Kathañca, bhikkhave, puggalo saṁvāsena avajānāti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang hidup bersama lalu menghina?
And how does an individual live together then scorn?
Khotbah tentang Penghinaan
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajak kita untuk melihat cermin diri melalui lima tipe orang yang mungkin kita kenal—atau bahkan kita sendiri. Mari kita simak dengan pikiran terbuka, dan lihat apakah kita dapat mengenali pola-pola ini dalam kehidupan kita.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha membahas lima jenis individu yang dapat ditemukan di dunia: mereka yang memberi lalu menghina, mereka yang hidup bersama lalu menghina, mereka yang mudah terpengaruh oleh gosip, mereka yang impulsif, dan mereka yang tumpul dan bodoh. Setiap tipe dijelaskan secara singkat dengan contoh perilakunya, menunjukkan bagaimana pola-pola ini muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Kathañca, bhikkhave, puggalo saṁvāsena avajānāti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang hidup bersama lalu menghina?
And how does an individual live together then scorn?
Idha, bhikkhave, puggalo puggalena saddhiṁ saṁvasati dve vā tīṇi vā vassāni.
Di sini, para bhikkhu, seseorang hidup bersama dengan orang lain selama dua atau tiga tahun.
It’s when an individual lives with someone else for two or three years.
Tamenaṁ saṁvāsena avajānāti.
Setelah hidup bersama dengannya, ia lalu menghinanya.
They live together with them, then they scorn them.
Evaṁ kho, bhikkhave, puggalo saṁvāsena avajānāti.
Demikianlah, para bhikkhu, seseorang hidup bersama lalu menghina.
That’s how an individual lives together then scorns.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.