an5.139:21.1 Para bhikkhu, seekor gajah jantan kerajaan yang memiliki lima faktor ini layak bagi seorang raja, pantas melayani raja, dan dianggap sebagai bagian dari perlengkapan kerajaan.
Sutta tentang Tidak Tahan
Sutta ini mengajak kita merenungkan ketangguhan batin melalui perumpamaan yang hidup. Mari kita simak bagaimana Buddha membandingkan seorang petapa dengan gajah perang kerajaan, dan apa artinya 'tahan' terhadap godaan indra dalam kehidupan sehari-hari.
Sutta ini menggunakan perumpamaan gajah perang kerajaan untuk menggambarkan kualitas seorang bhikkhu. Sama seperti gajah yang tidak tahan terhadap rangsangan indra di medan perang tidak layak bagi raja, seorang bhikkhu yang tergoda oleh bentuk, suara, bau, rasa, dan sentuhan tidak layak menerima penghormatan dan persembahan. Sebaliknya, mereka yang mampu menahan gejolak indra adalah ladang jasa yang tiada taranya bagi dunia.
an5.139:21.1 Para bhikkhu, seekor gajah jantan kerajaan yang memiliki lima faktor ini layak bagi seorang raja, pantas melayani raja, dan dianggap sebagai bagian dari perlengkapan kerajaan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.