‹
AN 5.12

Kūṭasutta

Khotbah tentang Puncak Atap

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.12

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan sederhana tentang puncak atap untuk menggambarkan pentingnya kebijaksanaan dalam kehidupan spiritual. Mari kita simak bagaimana beliau menjelaskan kelima kekuatan yang saling melengkapi ini.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan lima kekuatan yang dimiliki oleh seorang yang masih berlatih (sekha), yaitu keyakinan, rasa malu, rasa takut akan akibat buruk, usaha, dan kebijaksanaan. Beliau menekankan bahwa dari kelima kekuatan ini, kebijaksanaan adalah yang terunggul karena ia merangkum dan menyatukan semuanya, seperti puncak atap pada sebuah rumah beratap runcing. Sang Buddha mengajarkan agar para bhikkhu berlatih untuk memiliki kelima kekuatan ini.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.12:3.1

Tasmātiha, bhikkhave, evaṁ sikkhitabbaṁ:

Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih demikian:

So you should train like this:

an5.12:3.2

‘saddhābalena samannāgatā bhavissāma sekhabalena, hirībalena … ottappabalena … vīriyabalena … paññābalena samannāgatā bhavissāma sekhabalenā’ti.

‘Kami akan memiliki kekuatan keyakinan seorang yang masih berlatih, kekuatan rasa malu, kekuatan rasa takut akan akibat buruk, kekuatan usaha, dan kekuatan kebijaksanaan seorang yang masih berlatih.’

‘We will have the trainee’s powers of faith, conscience, prudence, energy, and wisdom.’

an5.12:3.3

Evañhi vo, bhikkhave, sikkhitabban”ti.

Demikianlah, para bhikkhu, kalian harus berlatih.”

That’s how you should train.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.