‹
AN 5.122

Satisūpaṭṭhitasutta

Satisūpaṭṭhitasutta

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.122

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menawarkan panduan praktis bagi para praktisi, baik bhikkhu maupun bhikkhunī, untuk mengembangkan kualitas-kualitas batin yang mengarah pada pembebasan. Mari kita renungkan bagaimana lima perenungan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa siapa pun—bhikkhu atau bhikkhunī—yang mengembangkan dan melatih lima kualitas tertentu dapat mengharapkan salah satu dari dua hasil: pencerahan dalam kehidupan ini atau, jika masih ada sisa kemelekatan, menjadi yang tidak kembali. Lima kualitas tersebut adalah perhatian yang tegak di dalam batin untuk memahami muncul dan lenyapnya fenomena, merenungkan ketidakmenarikan tubuh, mempersepsikan kejijikan terhadap makanan, mempersepsikan ketidakpuasan terhadap seluruh dunia, dan merenungkan ketidak-kekalan dalam segala bentukan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.122:2.2

Idha, bhikkhave, bhikkhuno ajjhattaññeva sati sūpaṭṭhitā hoti dhammānaṁ udayatthagāminiyā paññāya, asubhānupassī kāye viharati, āhāre paṭikūlasaññī, sabbaloke anabhiratasaññī, sabbasaṅkhāresu aniccānupassī.

Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu memiliki perhatian yang tegak dengan baik di dalam batinnya sendiri untuk memahami muncul dan lenyapnya fenomena-fenomena, berdiam dengan merenungkan ketidakmenarikan tubuh, memiliki persepsi kejijikan terhadap makanan, memiliki persepsi ketidakpuasan terhadap seluruh dunia, dan merenungkan ketidak-kekalan dalam segala bentukan.

It’s when a mendicant has well established mindfulness inside themselves in order to understand the arising and passing away of phenomena, meditates observing the ugliness of the body, perceives the repulsiveness of food, perceives dissatisfaction with the whole world, and observes the impermanence of all conditions.

an5.122:2.3

Yo hi koci, bhikkhave, bhikkhu vā bhikkhunī vā ime pañca dhamme bhāveti ime pañca dhamme bahulīkaroti, tassa dvinnaṁ phalānaṁ aññataraṁ phalaṁ pāṭikaṅkhaṁ—

Para bhikkhu, siapa pun—baik bhikkhu maupun bhikkhunī—yang mengembangkan dan melatih kelima kualitas ini, maka ia dapat mengharapkan salah satu dari dua buah:

Any monk or nun who develops and cultivates these five qualities can expect one of two results:

an5.122:2.4

diṭṭheva dhamme aññā, sati vā upādisese anāgāmitā”ti.

pengetahuan langsung dalam kehidupan ini juga, atau jika masih ada sisa kemelekatan, maka menjadi yang tidak kembali.”

enlightenment in this very life, or if there’s residue left behind, non-return.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.