Kathañca, bhikkhave, pāpabhikkhu gahananissito hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu jahat bersandar pada semak belukar tebal?
And how does a bad mendicant rely on thick cover?
Khotbah tentang Pencuri Ulung
Mari kita renungkan bagaimana perumpamaan pencuri ulung ini digunakan untuk menggambarkan bahaya dari perilaku tidak baik dalam kehidupan seorang bhikkhu, dan apa yang bisa kita pelajari tentang pentingnya integritas dan kebijaksanaan.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan seorang pencuri ulung yang memiliki lima faktor untuk menggambarkan seorang bhikkhu jahat yang memiliki lima kualitas serupa. Seperti pencuri yang mengandalkan medan sulit, semak belukar, orang berkuasa, suap, dan bertindak sendirian, seorang bhikkhu jahat juga mengandalkan perilaku buruk, pandangan salah, dukungan penguasa, pemberian materi, dan hidup menyendiri di daerah perbatasan. Akibatnya, ia merusak dirinya sendiri dan menimbun banyak keburukan.
Kathañca, bhikkhave, pāpabhikkhu gahananissito hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu jahat bersandar pada semak belukar tebal?
And how does a bad mendicant rely on thick cover?
Idha, bhikkhave, pāpabhikkhu micchādiṭṭhiko hoti antaggāhikāya diṭṭhiyā samannāgato.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu jahat berpandangan salah, memiliki pandangan yang melekat pada pandangan ekstrem.
It’s when a bad mendicant has wrong view, he’s attached to an extremist view.
Evaṁ kho, bhikkhave, pāpabhikkhu gahananissito hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu jahat bersandar pada semak belukar tebal.
That’s how a bad mendicant relies on thick cover.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.