Katamehi pañcahi?
Apa lima hal itu?
What five?
Kecurigaan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana persepsi orang lain dapat dipengaruhi oleh tindakan dan pergaulan kita, serta pentingnya kewaspadaan dalam menjaga citra diri, terutama bagi mereka yang hidup dalam komunitas.
Buddha menjelaskan bahwa seorang bhikkhu, meskipun memiliki karakter yang tak tercela, dapat dicurigai dan diragukan sebagai 'bhikkhu jahat' karena lima alasan: bergaul dengan pelacur, janda, gadis dewasa, banci, atau bhikkhunī. Sutta ini menekankan pentingnya menjaga perilaku dan pergaulan agar tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat.
Katamehi pañcahi?
Apa lima hal itu?
What five?
Idha, bhikkhave, bhikkhu vesiyāgocaro vā hoti, vidhavāgocaro vā hoti, thullakumārikāgocaro vā hoti, paṇḍakagocaro vā hoti, bhikkhunīgocaro vā hoti.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu bergaul dengan pelacur, bergaul dengan janda, bergaul dengan gadis dewasa, bergaul dengan banci, atau bergaul dengan bhikkhunī.
It’s when a monk resorts to prostitutes, widows, voluptuous girls, eunuchs, or nuns for alms.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.