an4.88:1.1 “Cattārome, bhikkhave, puggalā santo saṁvijjamānā lokasmiṁ.
an4.88:1.2 Katame cattāro?
an4.88:1.3 Samaṇamacalo, samaṇapuṇḍarīko, samaṇapadumo, samaṇesu samaṇasukhumālo.
Belenggu
Sutta ini mengajak kita merenungkan tingkatan-tingkatan kemajuan spiritual dalam ajaran Buddha. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan empat jenis 'pertapa' ini dengan gambaran yang indah dan penuh makna.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas empat jenis individu yang disebut 'pertapa' berdasarkan tingkat pencapaian spiritual mereka: pertapa yang teguh (pemasuk-arus), pertapa teratai putih (yang-kembali-sekali), pertapa teratai merah (yang tidak kembali), dan pertapa yang paling halus di antara para pertapa (yang telah mencapai kebebasan penuh). Setiap tingkat dijelaskan dengan ciri-ciri spesifik terkait belenggu yang telah dihancurkan atau dilemahkan.
an4.88:1.1 “Cattārome, bhikkhave, puggalā santo saṁvijjamānā lokasmiṁ.
an4.88:1.2 Katame cattāro?
an4.88:1.3 Samaṇamacalo, samaṇapuṇḍarīko, samaṇapadumo, samaṇesu samaṇasukhumālo.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.