Kathañca, bhikkhave, puggalo samaṇapadumo hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang individu disebut pertapa teratai merah?
And how is an individual a pink lotus ascetic?
Belenggu
Sutta ini mengajak kita merenungkan tingkatan-tingkatan kemajuan spiritual dalam ajaran Buddha. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan empat jenis 'pertapa' ini dengan gambaran yang indah dan penuh makna.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas empat jenis individu yang disebut 'pertapa' berdasarkan tingkat pencapaian spiritual mereka: pertapa yang teguh (pemasuk-arus), pertapa teratai putih (yang-kembali-sekali), pertapa teratai merah (yang tidak kembali), dan pertapa yang paling halus di antara para pertapa (yang telah mencapai kebebasan penuh). Setiap tingkat dijelaskan dengan ciri-ciri spesifik terkait belenggu yang telah dihancurkan atau dilemahkan.
Kathañca, bhikkhave, puggalo samaṇapadumo hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang individu disebut pertapa teratai merah?
And how is an individual a pink lotus ascetic?
Idha, bhikkhave, bhikkhu pañcannaṁ orambhāgiyānaṁ saṁyojanānaṁ parikkhayā opapātiko hoti tattha parinibbāyī anāvattidhammo tasmā lokā.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu, dengan hancurnya lima belenggu yang lebih rendah, terlahir spontan, mencapai Nibbāna di alam itu, tidak akan kembali dari alam itu.
It’s when a mendicant—with the ending of the five lower fetters—is reborn spontaneously. They’re extinguished there, and are not liable to return from that world.
Evaṁ kho, bhikkhave, puggalo samaṇapadumo hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang individu disebut pertapa teratai merah.
That’s how an individual is a pink lotus ascetic.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.