‹
AN 4.50

Upakkilesasutta

Noda-noda

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.50

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menggunakan perumpamaan yang indah tentang matahari dan bulan untuk merenungkan kemurnian batin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengajarkan tentang hal-hal yang dapat mengotori kehidupan spiritual.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Buddha mengajarkan tentang empat noda yang mengotori matahari dan bulan—awan, kabut, asap dan debu, serta gerhana oleh Rāhu—sebagai perumpamaan untuk empat noda yang mengotori para petapa dan brahmana: meminum minuman keras, melakukan perbuatan seksual, menerima emas dan perak, serta hidup dari penghidupan salah. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan akibat dari noda-noda tersebut.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.50:4.1

Rāhu, bhikkhave, asurindo candimasūriyānaṁ upakkileso, yena upakkilesena upakkiliṭṭhā candimasūriyā na tapanti na bhāsanti na virocanti.

Rāhu, raja para asura, para bhikkhu, adalah noda yang mengotori matahari dan bulan, yang dengannya matahari dan bulan tidak bersinar, tidak bercahaya, dan tidak berkilau.

An eclipse of Rāhu, lord of titans …

an4.50:4.2

Ime kho, bhikkhave, cattāro candimasūriyānaṁ upakkilesā, yehi upakkilesehi upakkiliṭṭhā candimasūriyā na tapanti na bhāsanti na virocanti.

Ini, para bhikkhu, adalah empat noda yang mengotori matahari dan bulan, yang dengannya matahari dan bulan tidak bersinar, tidak bercahaya, dan tidak berkilau.

These are four corruptions that obscure the sun and moon, so they don’t glow and shine and dazzle.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.