Ete upakkilesā vuttā,
Noda-noda ini telah dibabarkan
These corruptions were spoken of
Noda-noda
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang indah tentang matahari dan bulan untuk merenungkan kemurnian batin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengajarkan tentang hal-hal yang dapat mengotori kehidupan spiritual.
Buddha mengajarkan tentang empat noda yang mengotori matahari dan bulan—awan, kabut, asap dan debu, serta gerhana oleh Rāhu—sebagai perumpamaan untuk empat noda yang mengotori para petapa dan brahmana: meminum minuman keras, melakukan perbuatan seksual, menerima emas dan perak, serta hidup dari penghidupan salah. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan akibat dari noda-noda tersebut.
Ete upakkilesā vuttā,
Noda-noda ini telah dibabarkan
These corruptions were spoken of
buddhenādiccabandhunā;
oleh Sang Buddha, Kerabat Matahari;
by the Buddha, Kinsman of the Sun.
Yehi upakkilesehi,
Karena ternodai oleh noda-noda ini,
When corrupted by these,
eke samaṇabrāhmaṇā;
sebagian petapa dan brahmana
some ascetics and brahmins
Na tapanti na bhāsanti,
tidak bersinar dan tidak bercahaya.
don’t shine or glow.
asuddhā sarajā magā.
Tidak suci, penuh debu, makhluk-makhluk kotor.
Impure, dirty creatures,
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.