Te yogayuttā mārassa,
Terikat oleh kuk Māra, orang-orang ini
Yoked by Māra’s yoke, these people
Khotbah tentang Pembalikan
Sutta ini mengajak kita merenungkan cara kita memandang dunia. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan empat 'pembalikan' yang umum terjadi pada batin, dan bagaimana koreksi atas pembalikan itu menjadi jalan menuju kebebasan.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan empat pembalikan persepsi, pikiran, dan pandangan yang membuat makhluk hidup terperangkap dalam saṁsāra: menganggap yang tidak kekal sebagai kekal, penderitaan sebagai kebahagiaan, bukan-diri sebagai diri, dan yang tidak indah sebagai indah. Beliau kemudian menguraikan empat koreksi yang sebaliknya, yang membebaskan makhluk dari kuk Māra dan menuntun pada penenangan penderitaan.
Te yogayuttā mārassa,
Terikat oleh kuk Māra, orang-orang ini
Yoked by Māra’s yoke, these people
ayogakkhemino janā;
tidak menemukan pembebasan dari kuk tersebut.
find no sanctuary from the yoke.
Sattā gacchanti saṁsāraṁ,
Makhluk-makhluk terus berkelana dalam saṁsāra,
Sentient beings continue to transmigrate,
jātimaraṇagāmino.
menuju kelahiran dan kematian yang berulang.
with ongoing birth and death.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.