Gamanena na pattabbo,
Akhir dunia tidak akan pernah
The end of the world can never
Khotbah dengan Rohitassa
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna 'dunia' bukan sebagai tempat geografis, melainkan sebagai pengalaman yang kita bawa dalam diri sendiri. Mari kita simak dialog antara Buddha dan Rohitassa yang menggugah ini.
Rohitassa, seorang dewa muda, bertanya kepada Buddha apakah akhir dunia dapat dicapai dengan bepergian. Buddha menjawab tidak, dan menjelaskan bahwa akhir dunia—serta asal mula, lenyapnya, dan jalan menuju lenyapnya—justru dapat dipahami dalam tubuh yang panjangnya satu depa ini. Rohitassa kemudian menceritakan kehidupan lampaunya sebagai petapa sakti yang gagal mencapai akhir dunia setelah seratus tahun berjalan, dan Buddha menutup dengan syair tentang kebijaksanaan yang memahami dunia.
Gamanena na pattabbo,
Akhir dunia tidak akan pernah
The end of the world can never
lokassanto kudācanaṁ;
dapat dicapai dengan berjalan.
be reached by traveling.
Na ca appatvā lokantaṁ,
Dan tanpa mencapai akhir dunia,
But without reaching the end of the world,
dukkhā atthi pamocanaṁ.
tidak ada kebebasan dari penderitaan.
there’s no release from suffering.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.