Anatthaṁ parivajjeti,
Menghindari yang bukan makna,
Shunning what is not the meaning,
Cara Menjawab Pertanyaan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita merespons pertanyaan—baik dalam diskusi sehari-hari maupun dalam konteks spiritual. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang empat cara menjawab yang bijaksana.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan empat cara menjawab pertanyaan: secara tegas, analitis, dengan pertanyaan balik, dan dengan menyisihkan pertanyaan. Beliau menekankan pentingnya mengetahui kapan menggunakan masing-masing cara, serta kemampuan membedakan makna yang benar dari yang bukan. Seorang bhikkhu yang menguasai hal ini disebut terampil, sulit dikalahkan, dan bijaksana.
Anatthaṁ parivajjeti,
Menghindari yang bukan makna,
Shunning what is not the meaning,
atthaṁ gaṇhāti paṇḍito;
orang bijaksana menangkap makna;
an astute person grasps the meaning.
Atthābhisamayā dhīro,
Dengan memahami makna, orang yang tekun
An attentive one, comprehending the meaning,
paṇḍitoti pavuccatī”ti.
disebut bijaksana.”
is said to be astute.”
Dutiyaṁ.
Yang kedua.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.