Sabbarāgavirattassa,
bagi yang telah lepas dari segala nafsu,
for one detached from all lusts,
Sutta Patilīna (Menyendiri)
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa arti 'menyendiri' yang sejati—bukan hanya fisik, tetapi pelepasan batin dari segala keterikatan dan pandangan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci kualitas-kualitas tersebut.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan empat kualitas seorang bhikkhu yang disebut 'menyendiri' (patilīna): telah menyingkirkan pandangan-pribadi tentang kebenaran, telah menghentikan segala pencarian, telah menenangkan proses jasmani, dan telah memotong keangkuhan 'aku'. Sutta diakhiri dengan syair yang menegaskan pencapaian tersebut sebagai kebebasan sejati.
Sabbarāgavirattassa,
bagi yang telah lepas dari segala nafsu,
for one detached from all lusts,
taṇhakkhayavimuttino;
terbebas melalui padamnya keinginan,
freed by the ending of craving,
Esanā paṭinissaṭṭhā,
pencarian itu telah dilepaskan,
that searching has been relinquished,
diṭṭhiṭṭhānā samūhatā.
dan landasan-landasan pandangan telah dibasmi.
and those grounds for views eradicated.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.