an4.37:3.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu menjaga pintu-pintu indria?
an4.37:3.2 Di sini, para bhikkhu, setelah melihat suatu bentuk dengan mata, ia tidak menangkap ciri-ciri (yang memicu nafsu) dan tidak menangkap detail-detail (yang memicu nafsu).
an4.37:3.3 Karena jika ia berdiam dengan indria mata yang tidak terkendali, maka keserakahan dan kesedihan, kualitas-kualitas buruk yang tidak bermanfaat, akan menguasainya. Demi pengendalian itu, ia berlatih; ia menjaga indria mata; ia mencapai pengendalian atas indria mata.
an4.37:3.4 Setelah mendengar suatu suara dengan telinga …
an4.37:3.5 Setelah mencium suatu bau dengan hidung …
an4.37:3.6 Setelah mengecap suatu rasa dengan lidah …
an4.37:3.7 Setelah merasakan suatu sentuhan dengan tubuh …
an4.37:3.8 Setelah mengetahui suatu objek pikiran dengan pikiran, ia tidak menangkap ciri-ciri (yang memicu nafsu) dan tidak menangkap detail-detail (yang memicu nafsu).
an4.37:3.9 Karena jika ia berdiam dengan indria pikiran yang tidak terkendali, maka keserakahan dan kesedihan, kualitas-kualitas buruk yang tidak bermanfaat, akan menguasainya. Demi pengendalian itu, ia berlatih; ia menjaga indria pikiran; ia mencapai pengendalian atas indria pikiran.
an4.37:3.10 Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu menjaga pintu-pintu indria.
