Abyāpanno sadā sato,
Ia yang tanpa kebencian, senantiasa waspada,
One who has good will, ever mindful,
Khotbah tentang Para Pengembara
Sutta ini menyajikan sebuah argumen yang kuat dan elegan tentang nilai-nilai universal dalam Dhamma. Perhatikan bagaimana Sang Buddha membingkai kualitas-kualitas ini bukan sebagai ajaran eksklusif, tetapi sebagai 'jejak' yang telah diakui sejak lama oleh para pencari kebenaran.
Sang Buddha mengunjungi sekelompok pengembara terkenal di tepi Sungai Serpentine dan menyampaikan empat 'jejak Dhamma' yang primordial dan tak terbantahkan: ketidakserakahan, niat baik, perhatian benar, dan konsentrasi benar. Beliau menantang siapa pun yang berani menyangkal keempat hal ini untuk menunjukkan seorang petapa atau brahmana sejati yang memiliki kualitas sebaliknya, seraya menegaskan bahwa hal itu mustahil. Sutta ditutup dengan syair yang merangkum kualitas seorang yang tekun.
Abyāpanno sadā sato,
Ia yang tanpa kebencian, senantiasa waspada,
One who has good will, ever mindful,
ajjhattaṁ susamāhito;
tenang sempurna di dalam batin;
serene within,
Abhijjhāvinaye sikkhaṁ,
berlatih dalam melenyapkan keserakahan,
training to remove desire,
appamattoti vuccatī”ti.
disebut ‘seorang yang tekun’.”
is called ‘a diligent one’.”
Dasamaṁ.
Yang kesepuluh.
Uruvelavaggo tatiyo.
Uruvelavaggo yang ketiga.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.