‹
AN 4.2

Papatitasutta

Khotbah tentang Jatuh

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan ukuran kemajuan spiritual. Perhatikan bagaimana Sang Buddha menggunakan metafora 'jatuh' dan 'aman' untuk menggambarkan posisi seseorang dalam praktik Dhamma.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu tentang empat kualitas mulia yang menjadi penentu apakah seseorang dikatakan telah 'jatuh' atau 'aman' dalam Dhamma dan Vinaya. Keempat kualitas tersebut adalah moralitas mulia, konsentrasi mulia, kebijaksanaan mulia, dan kebebasan mulia. Sutta ini menegaskan bahwa tanpa keempat hal ini, seseorang dianggap telah jatuh, dan dengan memilikinya, seseorang dianggap aman.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an4.2:1.1 “Catūhi, bhikkhave, dhammehi asamannāgato ‘imasmā dhammavinayā papatito’ti vuccati.

an4.2:1.3 Ariyena, bhikkhave, sīlena asamannāgato ‘imasmā dhammavinayā papatito’ti vuccati.

an4.2:1.4 Ariyena, bhikkhave, samādhinā asamannāgato ‘imasmā dhammavinayā papatito’ti vuccati.

an4.2:1.5 Ariyāya, bhikkhave, paññāya asamannāgato ‘imasmā dhammavinayā papatito’ti vuccati.

an4.2:1.6 Ariyāya, bhikkhave, vimuttiyā asamannāgato ‘imasmā dhammavinayā papatito’ti vuccati.

an4.2:1.7 Imehi kho, bhikkhave, catūhi dhammehi asamannāgato ‘imasmā dhammavinayā papatito’ti vuccati.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.