Kathañca, bhikkhave, bhikkhu ārohapariṇāhasampanno hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam proporsi tubuh?
And how is a mendicant well proportioned?
Sutta Kuda Berdarah Murni (Ke-2)
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang indah untuk menggambarkan kualitas seorang praktisi Dhamma. Mari kita renungkan bagaimana empat faktor kuda berdarah murni diterjemahkan ke dalam kualitas batin seorang bhikkhu, dan apa artinya bagi kita dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan seekor kuda berdarah murni milik raja yang memiliki empat faktor—keindahan, kekuatan, kecepatan, dan proporsi tubuh—untuk mengilustrasikan empat kualitas seorang bhikkhu yang layak menerima persembahan dan menjadi ladang jasa bagi dunia. Keempat kualitas tersebut adalah moralitas (keindahan), energi (kekuatan), realisasi kebebasan melalui hancurnya kekotoran batin (kecepatan), dan kecukupan dalam kebutuhan hidup (proporsi tubuh). Sutta ini menekankan pentingnya pengembangan diri secara menyeluruh dalam praktik Dhamma.
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu ārohapariṇāhasampanno hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam proporsi tubuh?
And how is a mendicant well proportioned?
Idha, bhikkhave, bhikkhu lābhī hoti cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānapaccayabhesajjaparikkhārānaṁ.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.
It’s when a mendicant receives robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu ārohapariṇāhasampanno hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam postur dan bentuk tubuhnya.
That’s how a mendicant is well proportioned.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.