Saṁvaratthaṁ pahānatthaṁ,
Demi pengendalian diri dan pelepasan,
The Buddha taught the spiritual life
Kehidupan Spiritual
Sutta ini adalah khotbah singkat dan padat yang mengajak kita merenungkan motivasi terdalam dalam berlatih Dhamma. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha meluruskan pemahaman tentang tujuan kehidupan spiritual.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tujuan sejati dari kehidupan spiritual (brahmacariya). Ia menegaskan bahwa kehidupan spiritual tidak dijalani demi tujuan-tujuan duniawi seperti menipu orang, mencari keuntungan, atau ketenaran, melainkan demi pengendalian diri, pelepasan, kebosanan, dan lenyapnya (Nibbāna). Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan kembali ajaran ini sebagai jalan yang diajarkan oleh para petapa agung.
Saṁvaratthaṁ pahānatthaṁ,
Demi pengendalian diri dan pelepasan,
The Buddha taught the spiritual life
brahmacariyaṁ anītihaṁ;
kehidupan spiritual yang bukan dari tradisi lisan;
not because of legends,
Adesayi so bhagavā,
Sang Bhagavā mengajarkannya,
but for the sake of restraint and giving up,
nibbānogadhagāminaṁ;
yang mengarah menuju Nibbāna;
and because its objective is extinguishment.
Esa maggo mahantehi,
Inilah jalan yang diikuti oleh para mulia,
This is the path followed by the big-hearted,
anuyāto mahesibhi.
yang dilalui oleh para petapa agung.
the great seers.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.