Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.24
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajak kita merenungkan bagaimana pengetahuan dan pengalaman sehari-hari bisa menjadi sumber keterikatan. Mari kita simak bagaimana ia menggambarkan sikap seorang Tathāgata yang melihat, mendengar, dan mengetahui tanpa terjebak dalam anggapan-anggapan.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa seorang Tathāgata mengetahui segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar, dirasakan, dan disadari oleh makhluk-makhluk di dunia, namun ia tidak terikat pada hal-hal tersebut. Ia tidak menganggap dirinya sebagai penglihat, pendengar, perasa, atau penyadar, dan tidak menggenggam apa pun sebagai kebenaran mutlak. Melalui syair penutup, Sang Buddha menegaskan bahwa para Tathāgata bebas dari segala keterikatan dan prasangka.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.24:7.1 So a Realized One sees what is to be seen, but does not conceive what is seen, does not conceive what is unseen, does not conceive what is to be seen, and does not conceive a seer.
an4.24:7.2 He hears what is to be heard, but does not conceive what is heard, does not conceive what is unheard, does not conceive what is to be heard, and does not conceive a hearer.
an4.24:7.3 He thinks what is to be thought, but does not conceive what is thought, does not conceive what is not thought, does not conceive what is to be thought, and does not conceive a thinker.
an4.24:7.4 He knows what is to be known, but does not conceive what is known, does not conceive what is unknown, does not conceive what is to be known, and does not conceive a knower.
an4.24:7.5 Since a Realized One is unaffected in the midst of things that ought be seen, heard, thought, and known, he is the unaffected one.
an4.24:7.6 And I say that there is no better or finer poise than this.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 4.24 · Khotbah di Vihara Kāḷaka | Tiga Keranjang