“Cattārome, bhikkhave, thūpārahā.
“Para bhikkhu, empat orang ini layak mendapat monument.
“Mendicants, these four are worthy of a monument.
Sutta Layak Mendapat Monument
Sutta ini sangat singkat namun sarat makna. Mari kita renungkan empat kategori makhluk yang disebutkan dan apa artinya bagi praktik penghormatan dalam tradisi Buddhis.
Dalam sutta pendek ini, Sang Buddha menyebutkan empat jenis orang yang layak menerima monumen (thūpa): seorang Tathāgata yang telah mencapai pencerahan sempurna, seorang paccekabuddha, seorang siswa Tathāgata, dan seorang raja pemutar roda. Sutta ini menegaskan penghormatan yang layak diberikan kepada mereka yang memiliki pencapaian spiritual atau kedudukan duniawi yang luar biasa.
“Cattārome, bhikkhave, thūpārahā.
“Para bhikkhu, empat orang ini layak mendapat monument.
“Mendicants, these four are worthy of a monument.
Katame cattāro?
Siapakah empat itu?
What four?
Tathāgato arahaṁ sammāsambuddho thūpāraho, paccekabuddho thūpāraho, tathāgatasāvako thūpāraho, rājā cakkavattī thūpāraho—
Sang Tathāgata, Yang Layak, Yang Tercerahkan Sempurna, layak mendapat monument; seorang paccekabuddha layak mendapat monument; seorang siswa Tathāgata layak mendapat monument; dan seorang raja pemutar roda layak mendapat monument—
A Realized One, a perfected one, a fully awakened Buddha; an independent Buddha; a disciple of a Realized One; and a wheel-turning monarch.
Ime kho, bhikkhave, cattāro thūpārahā”ti.
Para bhikkhu, keempat orang ini layak mendapat monument.”
These four are worthy of a monument.”
Pañcamaṁ.
Kelima.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.