an4.246:2.1 Katamā ca, bhikkhave, kāmabhogiseyyā?
an4.246:2.2 Yebhuyyena, bhikkhave, kāmabhogī vāmena passena senti;
an4.246:2.3 ayaṁ vuccati, bhikkhave, kāmabhogiseyyā.
Seyyāsutta — Cara Berbaring
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebiasaan sehari-hari, bahkan cara berbaring, dapat mencerminkan kondisi batin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengklasifikasikan empat cara berbaring ini dan apa makna di baliknya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat cara berbaring: cara mayat, cara penikmat kesenangan, cara singa, dan cara Tathāgata. Cara berbaring Tathāgata digambarkan sebagai pencapaian tertinggi, yaitu berdiam dalam jhāna keempat, yang menunjukkan penguasaan batin yang sempurna.
an4.246:2.1 Katamā ca, bhikkhave, kāmabhogiseyyā?
an4.246:2.2 Yebhuyyena, bhikkhave, kāmabhogī vāmena passena senti;
an4.246:2.3 ayaṁ vuccati, bhikkhave, kāmabhogiseyyā.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.