‹
AN 4.246

Seyyāsutta

Seyyāsutta — Cara Berbaring

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.246

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebiasaan sehari-hari, bahkan cara berbaring, dapat mencerminkan kondisi batin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengklasifikasikan empat cara berbaring ini dan apa makna di baliknya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat cara berbaring: cara mayat, cara penikmat kesenangan, cara singa, dan cara Tathāgata. Cara berbaring Tathāgata digambarkan sebagai pencapaian tertinggi, yaitu berdiam dalam jhāna keempat, yang menunjukkan penguasaan batin yang sempurna.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.246:1.1

“Catasso imā, bhikkhave, seyyā.

“Para bhikkhu, ada empat cara berbaring ini.

“Mendicants, there are these four ways of lying down.

an4.246:1.2

Katamā catasso?

Apakah empat itu?

What four?

an4.246:1.3

Petaseyyā, kāmabhogiseyyā, sīhaseyyā, tathāgataseyyā.

Cara berbaring mayat, cara berbaring penikmat kesenangan, cara berbaring singa, dan cara berbaring Tathāgata.

The ways a corpse, a pleasure seeker, a lion, and a Realized One lie down.

an4.246:1.4

Katamā ca, bhikkhave, petaseyyā?

Dan apakah, para bhikkhu, cara berbaring mayat?

And how does a corpse lie down?

an4.246:1.5

Yebhuyyena, bhikkhave, petā uttānā senti;

Para bhikkhu, mayat-mayat biasanya berbaring telentang;

Corpses usually lie flat on their backs.

an4.246:1.6

ayaṁ vuccati, bhikkhave, petaseyyā.

ini, para bhikkhu, disebut cara berbaring mayat.

This is called the way a corpse lies down.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.