Kathañca, bhikkhave, paññuttaraṁ hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, kebijaksanaan menjadi pengawasnya?
And how is wisdom its overseer?
Sutta Manfaat Latihan
Sutta ini menawarkan kerangka praktis tentang bagaimana menjalani kehidupan spiritual secara utuh. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang peran latihan, kebijaksanaan, kebebasan, dan perhatian dalam kehidupan suci.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa kehidupan suci dijalani dengan latihan sebagai manfaatnya, kebijaksanaan sebagai pengawasnya, kebebasan sebagai intinya, dan perhatian sebagai penguasanya. Beliau menguraikan bagaimana para siswa berlatih dalam dua jenis latihan—tata tertib tambahan dan dasar-dasar kehidupan suci—serta bagaimana kebijaksanaan, kebebasan, dan perhatian saling mendukung dalam perjalanan spiritual.
Kathañca, bhikkhave, paññuttaraṁ hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, kebijaksanaan menjadi pengawasnya?
And how is wisdom its overseer?
Idha, bhikkhave, mayā sāvakānaṁ dhammā desitā sabbaso sammā dukkhakkhayāya.
Di sini, para bhikkhu, Aku telah mengajarkan Dhamma kepada para siswa-Ku untuk mengakhiri penderitaan sepenuhnya dengan benar.
I taught the Dhamma to my disciples in order to rightly end suffering in every way.
Yathā yathā, bhikkhave, mayā sāvakānaṁ dhammā desitā sabbaso sammā dukkhakkhayāya tathā tathāssa te dhammā paññāya samavekkhitā honti.
Sejauh apa pun, para bhikkhu, Aku telah mengajarkan Dhamma kepada para siswa-Ku untuk mengakhiri penderitaan sepenuhnya dengan benar, demikianlah ajaran-ajaran itu direnungkan olehnya dengan kebijaksanaan.
They examine with wisdom any teachings I taught them.
Evaṁ kho, bhikkhave, paññuttaraṁ hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, kebijaksanaan menjadi pengawasnya.
That’s how wisdom is its overseer.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.