Kathañca, bhikkhave, bhikkhu pajjalati?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu menyala?
And how is a mendicant ignited?
Kesayangan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana perasaan suka dan tidak suka sering kali muncul hanya karena orang lain memperlakukan seseorang dengan cara tertentu. Mari kita telusuri bagaimana Sang Buddha menguraikan pola-pola ini dan apa artinya bagi praktik kita.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang empat cara munculnya rasa sayang dan kebencian: dari rasa sayang bisa lahir rasa sayang atau kebencian, dan dari kebencian pun bisa lahir rasa sayang atau kebencian. Beliau kemudian menjelaskan bagaimana seorang bhikkhu yang berlatih jhāna hingga mencapai kebebasan sejati dapat melampaui semua pola ini, sehingga disebut sebagai bhikkhu yang tidak mendekat, tidak menjauh, tidak mengepul, tidak menyala, dan tidak membara.
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu pajjalati?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu menyala?
And how is a mendicant ignited?
Iminā asmīti, bhikkhave, sati iminā itthasmīti hoti, iminā evaṁsmīti hoti, iminā aññathāsmīti hoti, iminā asasmīti hoti, iminā satasmīti hoti, iminā santi hoti, iminā itthaṁ santi hoti, iminā evaṁ santi hoti, iminā aññathā santi hoti, iminā apihaṁ santi hoti, iminā apihaṁ itthaṁ santi hoti, iminā apihaṁ evaṁ santi hoti, iminā apihaṁ aññathā santi hoti, iminā bhavissanti hoti, iminā itthaṁ bhavissanti hoti, iminā evaṁ bhavissanti hoti, iminā aññathā bhavissanti hoti.
Ketika ada ‘aku karena ini’, para bhikkhu, maka ada ‘aku begini karena ini’, ada ‘aku demikian karena ini’, ada ‘aku sebaliknya karena ini’; ada ‘aku lenyap karena ini’, ada ‘aku kekal karena ini’; ada ‘milikku karena ini’, ada ‘begini milikku karena ini’, ada ‘demikian milikku karena ini’, ada ‘sebaliknya milikku karena ini’; ada ‘juga milikku karena ini’, ada ‘begini juga milikku karena ini’, ada ‘demikian juga milikku karena ini’, ada ‘sebaliknya juga milikku karena ini’; ada ‘aku akan ada karena ini’, ada ‘aku akan begini karena ini’, ada ‘aku akan demikian karena ini’, ada ‘aku akan sebaliknya karena ini’.
When there is the concept ‘I am because of this’, there are the concepts ‘I am such because of this’, ‘I am thus because of this’, ‘I am otherwise because of this’; ‘I am fleeting because of this’, ‘I am lasting because of this’; ‘mine because of this’, ‘such is mine because of this’, ‘thus is mine because of this’, ‘otherwise is mine because of this’; ‘also mine because of this’, ‘such is also mine because of this’, ‘thus is also mine because of this’, ‘otherwise is also mine because of this’; ‘I will be because of this’, ‘I will be such because of this’, ‘I will be thus because of this’, ‘I will be otherwise because of this’.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu pajjalati.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu menyala.
That’s how a mendicant is ignited.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.