an4.200:8.1 Para bhikkhu, pada saat seorang bhikkhu, dengan hancurnya kekotoran batin, merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa kekotoran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan setelah mengetahuinya sendiri dengan pengetahuan langsung, memasuki dan berdiam dalam keadaan itu dalam kehidupan ini juga, maka kasih sayang yang lahir dari kasih sayang telah ditinggalkannya, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan; kebencian yang lahir dari kasih sayang telah ditinggalkannya, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan;
an4.200:8.2 kasih sayang yang lahir dari kebencian telah ditinggalkannya, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan; dan kebencian yang lahir dari kebencian telah ditinggalkannya, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan.
an4.200:8.3 Para bhikkhu, inilah yang disebut seorang bhikkhu yang tidak mendekat, tidak menjauh, tidak mengepul, tidak menyala, dan tidak membara.
