an4.190:8.0 Tassuddānaṁ
an4.190:8.1 Yodhā pāṭibhogasutaṁ,
an4.190:8.2 Abhayaṁ brāhmaṇasaccena pañcamaṁ;
an4.190:8.3 Ummaggavassakāro,
an4.190:8.4 Upako sacchikiriyā ca uposathoti.
Uposatha
Sutta ini adalah sebuah pujian dan penegasan atas kualitas Saṅgha, sekaligus sebuah peta jalan spiritual yang terstruktur. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan empat tingkatan pencapaian ini, dari penguasaan meditasi hingga penembusan kebenaran tertinggi.
Pada suatu hari Uposatha, Sang Buddha memuji kualitas luar biasa dari Saṅgha para bhikkhu yang berkumpul di hadapan-Nya, menyebut mereka sebagai kumpulan yang murni dan jarang terlihat di dunia. Beliau kemudian menjelaskan empat tingkatan pencapaian spiritual yang ada di dalam Saṅgha tersebut: pencapaian tingkat para dewa (melalui jhāna), pencapaian tingkat Brahmā (melalui empat brahmavihāra), pencapaian kondisi yang tidak tergoyahkan (melalui empat dimensi tanpa bentuk), dan pencapaian tingkat para mulia (melalui pemahaman Empat Kebenaran Mulia).
an4.190:8.0 Tassuddānaṁ
an4.190:8.1 Yodhā pāṭibhogasutaṁ,
an4.190:8.2 Abhayaṁ brāhmaṇasaccena pañcamaṁ;
an4.190:8.3 Ummaggavassakāro,
an4.190:8.4 Upako sacchikiriyā ca uposathoti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.