‹
AN 4.190

Uposathasutta

Uposatha

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.190

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah sebuah pujian dan penegasan atas kualitas Saṅgha, sekaligus sebuah peta jalan spiritual yang terstruktur. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan empat tingkatan pencapaian ini, dari penguasaan meditasi hingga penembusan kebenaran tertinggi.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Pada suatu hari Uposatha, Sang Buddha memuji kualitas luar biasa dari Saṅgha para bhikkhu yang berkumpul di hadapan-Nya, menyebut mereka sebagai kumpulan yang murni dan jarang terlihat di dunia. Beliau kemudian menjelaskan empat tingkatan pencapaian spiritual yang ada di dalam Saṅgha tersebut: pencapaian tingkat para dewa (melalui jhāna), pencapaian tingkat Brahmā (melalui empat brahmavihāra), pencapaian kondisi yang tidak tergoyahkan (melalui empat dimensi tanpa bentuk), dan pencapaian tingkat para mulia (melalui pemahaman Empat Kebenaran Mulia).

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.190:5.1

Kathañca, bhikkhave, bhikkhu brahmappatto hoti?

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu mencapai kondisi brahma?

And how has a mendicant attained to divinity?

an4.190:5.2

Idha, bhikkhave, bhikkhu mettāsahagatena cetasā ekaṁ disaṁ pharitvā viharati, tathā dutiyaṁ tathā tatiyaṁ tathā catutthaṁ. Iti uddhamadho tiriyaṁ sabbadhi sabbattatāya sabbāvantaṁ lokaṁ mettāsahagatena cetasā vipulena mahaggatena appamāṇena averena abyāpajjena pharitvā viharati.

Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu berdiam dengan meliputi satu arah dengan pikiran yang disertai cinta kasih, demikian pula arah kedua, demikian pula arah ketiga, demikian pula arah keempat. Demikian pula ke atas, ke bawah, ke samping, di mana-mana, dalam segala hal, ia berdiam dengan meliputi seluruh dunia dengan pikiran yang disertai cinta kasih—yang melimpah, agung, tanpa batas, bebas dari permusuhan dan kebencian.

Firstly, a mendicant meditates spreading a heart full of love to one direction, and to the second, and to the third, and to the fourth. In the same way above, below, across, everywhere, all around, they spread a heart full of love to the whole world—abundant, expansive, limitless, free of enmity and ill will.

an4.190:5.3

Karuṇā …

Dengan belas kasih …

Furthermore, a mendicant meditates spreading a heart full of compassion …

an4.190:5.4

muditā …

dengan kegembiraan …

rejoicing …

an4.190:5.5

upekkhāsahagatena cetasā ekaṁ disaṁ pharitvā viharati, tathā dutiyaṁ tathā tatiyaṁ tathā catutthaṁ. Iti uddhamadho tiriyaṁ sabbadhi sabbattatāya sabbāvantaṁ lokaṁ upekkhāsahagatena cetasā vipulena mahaggatena appamāṇena averena abyāpajjena pharitvā viharati.

ia berdiam dengan meliputi satu arah dengan pikiran yang disertai keseimbangan batin, demikian pula arah kedua, demikian pula arah ketiga, demikian pula arah keempat. Demikian pula ke atas, ke bawah, ke samping, di mana-mana, dalam segala hal, ia berdiam dengan meliputi seluruh dunia dengan pikiran yang disertai keseimbangan batin—yang melimpah, agung, tanpa batas, bebas dari permusuhan dan kebencian.

equanimity to one direction, and to the second, and to the third, and to the fourth. In the same way above, below, across, everywhere, all around, they spread a heart full of equanimity to the whole world—abundant, expansive, limitless, free of enmity and ill will.

an4.190:5.6

Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu brahmappatto hoti.

Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu mencapai kondisi brahma.

That’s how a mendicant has attained to divinity.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.