an4.184:11.1 “Excellent, worthy Gotama! … From this day forth, may the worthy Gotama remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.”
Sutta Tanpa Ketakutan
Sutta ini mengajak kita merenungkan sumber ketakutan terdalam manusia. Melalui dialog dengan seorang brahmana, Buddha menunjukkan bahwa ketakutan pada kematian bukanlah takdir yang tak terhindarkan, melainkan berkaitan erat dengan kondisi batin dan perbuatan kita.
Brahmana Jānussoṇi mendatangi Buddha dan menyampaikan pandangannya bahwa semua makhluk yang tak terhindarkan dari kematian pasti takut dan gentar menghadapinya. Buddha membantah pandangan ini dengan menguraikan empat jenis orang yang takut menghadapi kematian dan empat jenis orang yang tidak takut, berdasarkan keterikatan pada kenikmatan indria dan tubuh, perbuatan baik atau buruk, serta ada tidaknya keraguan terhadap Dhamma sejati.
an4.184:11.1 “Excellent, worthy Gotama! … From this day forth, may the worthy Gotama remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.