Katamā ca, bhikkhave, akkhamā paṭipadā?
Dan apakah, para bhikkhu, latihan yang tidak sabar?
And what’s the impatient practice?
Sutta tentang Kesabaran (Ke-2)
Sutta ini menyajikan kerangka praktik yang jelas dan terstruktur. Saat membacanya, perhatikan bagaimana Sang Buddha membedakan antara ketahanan fisik (kesabaran) dan pengendalian mental (penjinakan dan penenangan), serta bagaimana keempatnya saling melengkapi dalam jalan latihan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membabarkan empat cara latihan (paṭipadā) kepada para bhikkhu: latihan yang tidak sabar, latihan yang sabar, latihan yang menjinakkan, dan latihan yang menenangkan. Dua yang pertama berkaitan dengan ketahanan fisik dan mental terhadap kondisi eksternal yang tidak menyenangkan, sedangkan dua yang terakhir berkaitan dengan pengendalian indra dan pelepasan pikiran-pikiran buruk.
Katamā ca, bhikkhave, akkhamā paṭipadā?
Dan apakah, para bhikkhu, latihan yang tidak sabar?
And what’s the impatient practice?
Idha, bhikkhave, ekacco akkhamo hoti sītassa uṇhassa jighacchāya pipāsāya, ḍaṁsamakasavātātapasarīsapasamphassānaṁ duruttānaṁ durāgatānaṁ vacanapathānaṁ uppannānaṁ sārīrikānaṁ vedanānaṁ dukkhānaṁ tibbānaṁ kharānaṁ kaṭukānaṁ asātānaṁ amanāpānaṁ pāṇaharānaṁ anadhivāsakajātiko hoti.
Di sini, para bhikkhu, seseorang tidak tahan terhadap dingin, panas, lapar, dan haus. Ia tidak tahan terhadap sentuhan lalat, nyamuk, angin, terik matahari, dan binatang melata. Ia tidak tahan terhadap ucapan kasar dan tidak menyenangkan yang muncul. Ia tidak tahan terhadap perasaan jasmani yang muncul—yang menyakitkan, tajam, keras, pedih, tidak menyenangkan, tidak disukai, dan mengancam jiwa.
It’s when someone cannot endure cold, heat, hunger, and thirst. They cannot endure the touch of flies, mosquitoes, wind, sun, and reptiles. They cannot endure rude and unwelcome criticism. And they cannot put up with physical pain—sharp, severe, acute, unpleasant, disagreeable, and life-threatening.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, akkhamā paṭipadā.
Ini, para bhikkhu, disebut latihan yang tidak sabar.
This is called the impatient practice.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.