Kathañca, bhikkhave, puggalo anikaṭṭhakāyo ca hoti anikaṭṭhacitto ca?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang tidak mengasingkan diri baik secara jasmani maupun batin?
And how is an individual on retreat in neither body nor mind?
Sutta tentang Pengasingan
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna pengasingan yang sesungguhnya. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha membedakan empat tipe individu berdasarkan praktik pengasingan jasmani dan batin.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas empat jenis individu berdasarkan hubungan antara pengasingan jasmani dan pengasingan batin. Ada yang mengasingkan diri secara jasmani tetapi tidak batin, ada yang sebaliknya, ada yang tidak keduanya, dan ada yang keduanya. Sang Buddha menekankan bahwa pengasingan sejati bukan hanya soal tempat tinggal, melainkan juga kualitas pikiran yang dikembangkan.
Kathañca, bhikkhave, puggalo anikaṭṭhakāyo ca hoti anikaṭṭhacitto ca?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang tidak mengasingkan diri baik secara jasmani maupun batin?
And how is an individual on retreat in neither body nor mind?
Idha, bhikkhave, ekacco puggalo naheva kho araññavanapatthāni pantāni senāsanāni paṭisevati.
Di sini, para bhikkhu, seseorang tidak menghuni tempat tinggal terpencil di hutan belantara dan rimba.
It’s when an individual doesn’t frequent remote lodgings in the wilderness and the forest.
So tattha kāmavitakkampi vitakketi byāpādavitakkampi vitakketi vihiṁsāvitakkampi vitakketi.
Dan ia berpikir pikiran indrawi, pikiran berniat jahat, dan pikiran mencelakakan.
And they think sensual, malicious, and cruel thoughts.
Evaṁ kho, bhikkhave, puggalo anikaṭṭhakāyo ca hoti anikaṭṭhacitto ca.
Demikianlah, para bhikkhu, seseorang yang tidak beristirahat dalam jasmani maupun batin.
That’s how an individual is on retreat in neither body nor mind.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.