“Cattārome, bhikkhave, puggalā santo saṁvijjamānā lokasmiṁ.
“Para bhikkhu, empat individu ini ditemukan di dunia.
“Mendicants, these four individuals are found in the world.
Sutta tentang Yang Tercela
Sutta ini mengajak kita untuk merenungkan kualitas perbuatan kita sendiri melalui tubuh, ucapan, dan pikiran. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengelompokkan empat jenis individu ini sebagai cermin untuk memahami diri sendiri.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas empat jenis individu yang ditemukan di dunia berdasarkan kualitas perbuatan mereka melalui tubuh, ucapan, dan pikiran: yang tercela, yang banyak tercela, yang sedikit tercela, dan yang tidak tercela. Pembagian ini didasarkan pada apakah perbuatan-perbuatan tersebut tercela (sāvajja) atau tidak tercela (anavajja).
“Cattārome, bhikkhave, puggalā santo saṁvijjamānā lokasmiṁ.
“Para bhikkhu, empat individu ini ditemukan di dunia.
“Mendicants, these four individuals are found in the world.
Katame cattāro?
Apakah empat itu?
What four?
Sāvajjo, vajjabahulo, appavajjo, anavajjo.
Yang tercela, yang banyak tercela, yang sedikit tercela, dan yang tidak tercela.
The blameworthy, the mostly blameworthy, the slightly blameworthy, and the blameless.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.