‹
AN 4.127

Paṭhamatathāgataacchariyasutta

Keajaiban Tathāgata (1)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.127

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan betapa agungnya peristiwa kemunculan seorang Buddha. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggambarkan empat momen penting tersebut dengan bahasa yang puitis dan penuh makna.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan empat peristiwa menakjubkan yang muncul ketika seorang Tathāgata, seorang yang telah mencapai pencerahan sempurna, hadir di dunia. Keempat peristiwa tersebut adalah: saat bodhisatta turun dari alam Tusita ke rahim ibunya, saat ia lahir, saat ia mencapai pencerahan sempurna, dan saat ia memutar roda Dhamma. Pada setiap momen ini, muncul cahaya yang tak terukur dan agung yang melampaui keagungan para dewa, bahkan menembus kegelapan pekat di ruang antar dunia, sehingga makhluk-makhluk di sana saling mengenali.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.127:4.1

Puna caparaṁ, bhikkhave, yadā tathāgato anuttaraṁ dhammacakkaṁ pavatteti, atha sadevake loke samārake sabrahmake sassamaṇabrāhmaṇiyā pajāya sadevamanussāya appamāṇo uḷāro obhāso pātubhavati atikkammeva devānaṁ devānubhāvaṁ.

Selanjutnya, para bhikkhu, ketika Sang Tathāgata memutar roda Dhamma yang tiada taranya, maka di dunia ini bersama dengan para dewanya, bersama dengan Māra, bersama dengan Brahmā, di antara makhluk-makhluk yang meliputi para petapa, brahmana, dewa, dan manusia, muncul cahaya yang tak terukur dan agung, melampaui keagungan para dewa itu sendiri.

Furthermore, the Realized One rolls forth the supreme Wheel of Dhamma. And then … an immeasurable, magnificent light appears …

an4.127:4.2

Yāpi tā lokantarikā aghā asaṁvutā andhakārā andhakāratimisā yatthapimesaṁ candimasūriyānaṁ evaṁmahiddhikānaṁ evaṁmahānubhāvānaṁ ābhā nānubhonti, tatthapi appamāṇo uḷāro obhāso pātubhavati atikkammeva devānaṁ devānubhāvaṁ.

Bahkan di ruang antar dunia yang hampa, gelap gulita, dan pekat, di mana sinar matahari dan bulan yang demikian perkasa dan berkuasa ini tidak mampu menembus, di sana pun muncul cahaya yang tak terukur dan agung, melampaui keagungan para dewa itu sendiri.

even in the boundless gloom of interstellar space …

an4.127:4.3

Yepi tattha sattā upapannā tepi tenobhāsena aññamaññaṁ sañjānanti:

Makhluk-makhluk yang telah terlahir kembali di sana pun saling mengenali satu sama lain melalui cahaya itu:

an4.127:4.4

‘aññepi kira, bho, santi sattā idhūpapannā’ti.

‘Oh, ternyata ada makhluk lain juga yang terlahir di sini.’

an4.127:4.5

Tathāgatassa, bhikkhave, arahato sammāsambuddhassa pātubhāvā ayaṁ catuttho acchariyo abbhuto dhammo pātubhavati.

Para bhikkhu, ini adalah keajaiban keempat dan hal menakjubkan yang muncul dengan kemunculan seorang Tathāgata, seorang Arahat, seorang Samyaksambuddha.

This is the fourth incredible and amazing thing that appears with the appearance of a Realized One.

an4.127:4.6

Tathāgatassa, bhikkhave, arahato sammāsambuddhassa pātubhāvā ime cattāro acchariyā abbhutā dhammā pātubhavantī”ti.

Para bhikkhu, dengan kemunculan seorang Tathāgata, seorang Arahat, seorang Samyaksambuddha, empat keajaiban dan hal-hal menakjubkan ini muncul.”

With the appearance of a Realized One, the perfected one, the fully awakened Buddha, these four incredible and amazing things appear.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.