Kathañca, bhikkhave, puggalo sāro hoti phegguparivāro?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang itu keras namun dikelilingi oleh yang lunak?
And how is an individual a hardwood surrounded by softwoods?
Sutta tentang Pepohonan
Sutta ini menggunakan perumpamaan sederhana tentang pohon untuk merenungkan kualitas diri dan lingkungan kita. Saat membacanya, perhatikan baik-baik empat kombinasi yang disebutkan dan renungkan di posisi mana kita mungkin berada, serta bagaimana kita dapat bertumbuh menjadi pribadi yang berinti kuat.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membabarkan tentang empat jenis pohon—dikategorikan berdasarkan kayu lunak atau keras dan jenis pohon yang mengelilinginya—sebagai perumpamaan untuk empat jenis individu di dunia. Perumpamaan ini menggambarkan kombinasi kualitas moral seseorang dengan kualitas moral para pengikutnya, menyoroti pentingnya integritas pribadi dan pengaruh lingkungan.
Kathañca, bhikkhave, puggalo sāro hoti phegguparivāro?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang itu keras namun dikelilingi oleh yang lunak?
And how is an individual a hardwood surrounded by softwoods?
Idha, bhikkhave, ekacco puggalo sīlavā hoti kalyāṇadhammo;
Di sini, para bhikkhu, seseorang bermoral, berkarakter baik,
It’s when an individual is ethical, of good character,
parisā ca khvassa hoti dussīlā pāpadhammā.
tetapi pengikutnya tidak bermoral, berkarakter buruk.
but their followers are unethical, of bad character. …
Evaṁ kho, bhikkhave, puggalo sāro hoti phegguparivāro.
Demikianlah, para bhikkhu, seseorang itu keras namun dikelilingi oleh yang lunak.
Seyyathāpi so, bhikkhave, rukkho sāro phegguparivāro;
Para bhikkhu, bagaikan sebatang pohon yang keras dikelilingi oleh pohon-pohon lunak,
tathūpamāhaṁ, bhikkhave, imaṁ puggalaṁ vadāmi.
demikianlah Aku gambarkan orang ini.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.