Kathañca, bhikkhave, puggalo gajjitā hoti no vassitā?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang itu bergemuruh tetapi tidak menghujani?
And how does an individual thunder but not rain?
Sutta tentang Awan (1)
Sutta ini mengajak kita untuk merenungkan perumpamaan sederhana tentang awan sebagai cermin dari sikap dan tindakan kita sendiri. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha memetakan empat tipe kepribadian ini dengan gamblang dan ringkas.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan empat jenis awan untuk menggambarkan empat tipe kepribadian manusia. Perumpamaan ini membedakan antara orang yang banyak bicara tetapi tidak bertindak, orang yang bertindak tanpa banyak bicara, orang yang tidak melakukan keduanya, dan orang yang perkataan serta perbuatannya selaras.
Kathañca, bhikkhave, puggalo gajjitā hoti no vassitā?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang itu bergemuruh tetapi tidak menghujani?
And how does an individual thunder but not rain?
Idha, bhikkhave, ekacco puggalo bhāsitā hoti, no kattā.
Di sini, para bhikkhu, seseorang adalah seorang pembicara, bukan pelaku.
It’s when an individual is a talker, not a doer.
Evaṁ kho, bhikkhave, puggalo gajjitā hoti, no vassitā.
Demikianlah, para bhikkhu, seseorang itu bergemuruh tetapi tidak menghujani.
That’s how an individual thunders but doesn’t rain.
Seyyathāpi so, bhikkhave, valāhako gajjitā, no vassitā;
Seperti halnya, para bhikkhu, awan yang bergemuruh tetapi tidak menghujani;
That individual is like a cloud that thunders but doesn’t rain, I say.
tathūpamāhaṁ, bhikkhave, imaṁ puggalaṁ vadāmi.
demikian pula, para bhikkhu, Aku katakan orang ini.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.