an4.100:1.1 Then the wanderer Potaliya went up to the Buddha, and exchanged greetings with him.
an4.100:1.2 When the greetings and polite conversation were over, he sat down to one side, and the Buddha said to him:
Khotbah dengan Potaliya Pengembara
Dalam sutta ini, kita diajak untuk merenungkan bagaimana kita berbicara tentang orang lain. Apakah kita hanya pandai mengkritik, hanya pandai memuji, atau justru memilih untuk diam? Sang Buddha mengajak kita melihat lebih dalam, bahwa kebijaksanaan sejati terletak pada kemampuan untuk melakukan keduanya secara tepat dan benar.
Sang Buddha bertemu dengan pengembara Potaliya dan mengajukan pertanyaan tentang empat jenis individu berdasarkan cara mereka berbicara: mencela yang layak dicela dan memuji yang layak dipuji, atau hanya melakukan salah satunya, atau tidak melakukan keduanya. Potaliya awalnya berpendapat bahwa individu yang tidak melakukan keduanya adalah yang terbaik karena dianggap memiliki keseimbangan batin (upekkhā). Namun, Sang Buddha mengoreksinya dengan menyatakan bahwa individu yang melakukan keduanya—mencela dan memuji secara benar dan tepat waktu—adalah yang terbaik, karena memiliki pemahaman tentang waktu dan konteks (kālaññutā). Potaliya akhirnya menyetujui dan menyatakan berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
an4.100:1.1 Then the wanderer Potaliya went up to the Buddha, and exchanged greetings with him.
an4.100:1.2 When the greetings and polite conversation were over, he sat down to one side, and the Buddha said to him:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.