Kathañca, bhikkhave, bhikkhu vaṇṇasampanno hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam keindahan?
And how is a mendicant beautiful?
Sutta Tentang Kuda Berdarah Murni (1)
Sutta ini menggunakan perumpamaan yang indah untuk menjelaskan kualitas-kualitas spiritual yang penting. Saat membaca, perhatikan bagaimana setiap kualitas kuda kerajaan dipetakan secara metaforis ke dalam kualitas seorang bhikkhu, dan renungkan bagaimana ketiganya saling melengkapi.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan perumpamaan seekor kuda jantan berdarah murni milik raja yang memiliki tiga faktor—keindahan, kekuatan, dan kecepatan—untuk mengilustrasikan tiga kualitas seorang bhikkhu yang membuatnya layak menerima persembahan dan menjadi ladang jasa yang tiada taranya. Ketiga kualitas tersebut adalah moralitas (keindahan), usaha yang teguh (kekuatan), dan pemahaman mendalam tentang Empat Kebenaran Mulia (kecepatan).
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu vaṇṇasampanno hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam keindahan?
And how is a mendicant beautiful?
Idha, bhikkhave, bhikkhu sīlavā hoti, pātimokkhasaṁvarasaṁvuto viharati ācāragocarasampanno aṇumattesu vajjesu bhayadassāvī, samādāya sikkhati sikkhāpadesu.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu bermoral, berdiam dengan terkendali oleh Pātimokkha, sempurna dalam perilaku dan tempat menerima dana, melihat bahaya dalam pelanggaran sekecil apa pun, dan berlatih dalam aturan-aturan latihan yang telah diterimanya.
It’s when a mendicant is ethical, restrained in the monastic code, conducting themselves well and resorting for alms in suitable places. Seeing danger in the slightest fault, they keep the rules they’ve undertaken.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu vaṇṇasampanno hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu sempurna dalam keindahan.
That’s how a mendicant is beautiful.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.