‹
AN 3.95

Parisāsutta

Khotbah tentang Perkumpulan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.95

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajak kita merenungkan pentingnya kebersamaan dan keharmonisan dalam komunitas spiritual. Mari kita simak bagaimana beliau menggambarkan tiga jenis perkumpulan dan dampaknya terhadap kemajuan batin.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha membedakan tiga jenis perkumpulan para bhikkhu: perkumpulan yang utama, yang terpecah, dan yang rukun. Ia menjelaskan ciri-ciri masing-masing, menekankan bahwa perkumpulan yang rukun, di mana para bhikkhu saling menghargai dan hidup damai, menghasilkan banyak jasa dan membawa pada kebebasan batin melalui kegembiraan. Perumpamaan hujan di pegunungan menggambarkan bagaimana kebajikan mengalir dan meluas ketika komunitas hidup dalam harmoni.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.95:7.1

Evamevaṁ kho, bhikkhave, yasmiṁ samaye bhikkhū samaggā sammodamānā avivadamānā khīrodakībhūtā aññamaññaṁ piyacakkhūhi sampassantā viharanti, bahuṁ, bhikkhave, bhikkhū tasmiṁ samaye puññaṁ pasavanti.

Demikian pula, para bhikkhu, ketika para bhikkhu hidup rukun, saling menghargai, tidak berselisih, bagaikan susu dan air yang menyatu, dan saling memandang dengan mata penuh kasih, maka pada saat itu, para bhikkhu, mereka banyak menghasilkan jasa.

In the same way, when the mendicants are in harmony, appreciating each other, without dispute, blending like milk and water, and regarding each other with kindly eyes, they brim with much merit.

an3.95:7.2

Brahmaṁ, bhikkhave, vihāraṁ tasmiṁ samaye bhikkhū viharanti, yadidaṁ muditāya cetovimuttiyā.

Pada saat itu, para bhikkhu, mereka berdiam dalam pencapaian luhur, yaitu kebebasan batin melalui kegembiraan.”

At that time the mendicants live in a divine dwelling, that is, the heart’s release by rejoicing.

an3.95:7.3

Pamuditassa pīti jāyati, pītimanassa kāyo passambhati, passaddhakāyo sukhaṁ vediyati, sukhino cittaṁ samādhiyati.

Ketika mereka gembira, muncullah kegirangan. Ketika pikiran penuh kegirangan, tubuh menjadi tenang. Ketika tubuh tenang, mereka merasakan kebahagiaan. Dan ketika bahagia, pikiran mereka menjadi terpusat dalam samādhi.

When they’re joyful, rapture springs up. When the mind is full of rapture, the body becomes tranquil. When the body is tranquil, they feel bliss. And when they’re blissful, the mind becomes immersed in samādhi.

an3.95:7.4

Imā kho, bhikkhave, tisso parisā”ti.

Inilah, para bhikkhu, tiga jenis kumpulan itu.”

These are the three assemblies.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.