‹
AN 3.93

Pavivekasutta

Sutta tentang Keterasingan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.93

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan makna keterasingan yang sesungguhnya. Mari kita simak bagaimana Buddha membedakan praktik lahiriah para pengembara lain dengan pemurnian batin yang diajarkanNya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Buddha membedakan tiga macam keterasingan yang diajarkan oleh para pengembara agama lain—keterasingan dalam jubah, makanan, dan tempat tinggal—dengan tiga macam keterasingan dalam Dhamma dan Vinaya. Keterasingan sejati bagi seorang bhikkhu adalah meninggalkan perilaku tidak bermoral, pandangan salah, dan kekotoran batin. Buddha menggunakan perumpamaan ladang padi yang diolah dengan cepat untuk mengilustrasikan bagaimana seorang bhikkhu yang memiliki tiga keterasingan batin ini disebut telah mencapai puncak dan inti, murni dan kokoh dalam inti.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an3.93:3.1 Wanderers of other religions advocate this kind of seclusion in almsfood.

an3.93:3.2 They eat herbs, millet, wild rice, poor rice, water lettuce, rice bran, scum from boiling rice, sesame flour, grass, or cow dung. They survive on forest roots and fruits, or eating fallen fruit.

an3.93:3.3 This is what the wanderers of other religions advocate for seclusion in almsfood.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.