an3.91:9.0 Tassuddānaṁ
an3.91:9.1 Samaṇo gadrabho khettaṁ,
an3.91:9.2 vajjiputto ca sekkhakaṁ;
an3.91:9.3 Tayo ca sikkhanā vuttā,
an3.91:9.4 dve sikkhā saṅkavāya cāti.
Khotbah di Paṅkadhā
Sutta ini diawali dengan kisah seorang bhikkhu yang merasa tidak nyaman dengan teguran Buddha tentang latihan, lalu berakhir dengan penjelasan Buddha tentang kualitas yang membuat seorang bhikkhu layak dipuji. Mari kita simak bagaimana Buddha merespons penyesalan Kassapagotta dan apa yang diajarkan-Nya tentang arti sebenarnya dari latihan.
Seorang bhikkhu bernama Kassapagotta merasa tidak senang ketika Buddha membabarkan khotbah tentang aturan latihan, dan menganggap Buddha terlalu keras. Setelah Buddha pergi, ia menyesal dan menyusul ke Rājagaha untuk mengakui kesalahannya. Buddha menerima pengakuannya dan kemudian menjelaskan tentang tiga jenis bhikkhu—senior, menengah, dan baru—yang layak atau tidak layak dipuji berdasarkan sikap mereka terhadap latihan.
an3.91:9.0 Tassuddānaṁ
an3.91:9.1 Samaṇo gadrabho khettaṁ,
an3.91:9.2 vajjiputto ca sekkhakaṁ;
an3.91:9.3 Tayo ca sikkhanā vuttā,
an3.91:9.4 dve sikkhā saṅkavāya cāti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.