an3.70:6.1 Dan bagaimanakah, Visākhā, pikiran yang kotor dibersihkan melalui usaha?
an3.70:6.2 Di sini, Visākhā, seorang siswa mulia mengingat Yang Tathāgata:
an3.70:6.3 ‘Sungguh, Beliau adalah Bhagavā, Yang Layak, Yang Tercerahkan Sempurna, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, Yang Sempurna Menempuh Jalan, pengenal dunia, pemimpin tiada tara bagi mereka yang layak dilatih, guru para dewa dan manusia, Yang Tercerahkan, Yang Bhagavā.’
an3.70:6.4 Ketika ia mengingat Yang Tathāgata, pikirannya menjadi jernih, kegembiraan muncul, dan kekotoran batin yang ada pada pikiran ditinggalkan.
an3.70:6.5 Ini disebut, Visākhā:
an3.70:6.6 ‘Seorang siswa mulia yang menjalankan uposatha kebersamaan dengan Brahmā, hidup berdampingan dengan Brahmā. Dan karena merenungkan Brahmā, pikirannya menjadi jernih, kegembiraan muncul, dan kekotoran batin yang ada pada pikiran ditinggalkan.’
an3.70:6.7 Demikianlah, Visākhā, pikiran yang kotor dibersihkan melalui usaha.

