an3.70:16.1 Pikiran yang kotor, Visākhā, dibersihkan dengan usaha.
an3.70:16.2 Dan bagaimanakah, Visākhā, pikiran yang kotor dibersihkan dengan usaha?
an3.70:16.3 Di sini, Visākhā, seorang siswa mulia mengingat kembali para dewata:
an3.70:16.4 ‘Ada dewata Cātumahārājika, ada dewata Tāvatiṁsa, ada dewata Yāmā, ada dewata Tusitā, ada dewata Nimmānaratī, ada dewata Paranimmitavasavattī, ada dewata Brahmakāyika, ada dewata yang lebih tinggi dari itu.
an3.70:16.5 Dengan keyakinan seperti apa para dewata itu, setelah meninggal dunia dari sini, terlahir kembali di sana, demikian pula keyakinan itu ada padaku.
an3.70:16.6 Dengan moralitas seperti apa para dewata itu, setelah meninggal dunia dari sini, terlahir kembali di sana, demikian pula moralitas itu ada padaku.
an3.70:16.7 Dengan pembelajaran seperti apa para dewata itu, setelah meninggal dunia dari sini, terlahir kembali di sana, demikian pula pembelajaran itu ada padaku.
an3.70:16.8 Dengan kedermawanan seperti apa para dewata itu, setelah meninggal dunia dari sini, terlahir kembali di sana, demikian pula kedermawanan itu ada padaku.
an3.70:16.9 Dengan kebijaksanaan seperti apa para dewata itu, setelah meninggal dunia dari sini, terlahir kembali di sana, demikian pula kebijaksanaan itu ada padaku.’
an3.70:16.10 Ketika ia mengingat kembali keyakinan, moralitas, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan dirinya sendiri maupun para dewata itu, pikirannya menjadi jernih, kegembiraan muncul, dan kekotoran-kekotoran batin ditinggalkan. Seperti halnya, Visākhā, emas murni yang kotor dibersihkan dengan usaha.

