Taṁ kiṁ maññatha, kālāmā,
Bagaimana menurutmu, para Kālāma,
What do you think, Kālāmas?
Kesamuttisutta
Sutta ini adalah salah satu ajaran Buddha yang paling terkenal tentang kebebasan berpikir dan penyelidikan kritis. Mari kita simak bagaimana Buddha membimbing para Kālāma yang bingung, dan bagaimana ia mengajak mereka untuk tidak sekadar percaya, melainkan menyelidiki sendiri apa yang bermanfaat bagi kehidupan.
Dalam sutta ini, para Kālāma dari Kesamutta menyampaikan kebingungan mereka kepada Buddha karena banyak petapa dan brahmana yang datang mengajarkan doktrin mereka masing-masing sambil merendahkan ajaran lain. Buddha menjawab dengan memberikan panduan agar mereka tidak mudah percaya pada berbagai otoritas, melainkan menyelidiki sendiri mana hal-hal yang bermanfaat dan mana yang merugikan. Melalui tanya jawab, Buddha mengarahkan mereka untuk mengenali kualitas-kualitas batin yang tidak sehat (keserakahan, kebencian, delusi) dan yang sehat (ketidakserakahan, ketidakbencian, ketidakdelusian), serta mengajarkan latihan cinta kasih, belas kasih, kegembiraan, dan keseimbangan batin. Sutta ditutup dengan para Kālāma yang menyatakan berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.
Taṁ kiṁ maññatha, kālāmā,
Bagaimana menurutmu, para Kālāma,
What do you think, Kālāmas?
alobho purisassa ajjhattaṁ uppajjamāno uppajjati hitāya vā ahitāya vā”ti?
ketika ketidakserakahan muncul dalam diri seseorang, apakah ia muncul untuk kesejahteraan atau celaka?”
Does contentment come up in a person for their welfare or harm?”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.