‹
AN 3.62

Bhayasutta

Bahaya

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.62

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan apa yang benar-benar menjadi sumber kecemasan dalam hubungan terdekat kita, dan bagaimana ajaran Buddha menawarkan jalan keluar yang melampaui sekadar harapan dan keinginan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha membahas tiga bahaya yang oleh orang awam dianggap memisahkan ibu dan anak—kebakaran besar, banjir besar, dan kekacauan di hutan belantara—namun menunjukkan bahwa bahaya-bahaya tersebut tidak selalu memisahkan, karena ada kalanya mereka dapat saling menemukan. Beliau kemudian mengungkapkan tiga bahaya yang sesungguhnya tak terelakkan dan selalu memisahkan: usia tua, penyakit, dan kematian. Sutta ditutup dengan penegasan bahwa jalan mulia berunsur delapan adalah jalan dan praktik yang mengarah pada pelepasan dan penaklukan semua bahaya tersebut.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.62:8.1

Na, bhikkhave, mātā puttaṁ byādhiyamānaṁ evaṁ labhati:

Para bhikkhu, ketika anak sakit, seorang ibu tidak dapat memperoleh keinginannya:

When a child is sick, a mother doesn’t get her wish:

an3.62:8.2

‘ahaṁ byādhiyāmi, mā me putto byādhiyī’ti;

‘Semoga aku yang sakit, jangan anakku yang sakit’;

‘Let me be sick, may my child not be sick!’

an3.62:8.3

putto vā pana mātaraṁ byādhiyamānaṁ na evaṁ labhati:

demikian pula, ketika ibu sakit, seorang anak tidak dapat memperoleh keinginannya:

When a mother is sick, a child doesn’t get their wish:

an3.62:8.4

‘ahaṁ byādhiyāmi, mā me mātā byādhiyī’ti.

‘Semoga aku yang sakit, jangan ibuku yang sakit’.

‘Let me be sick, may my mother not be sick!’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.