Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.61
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana cara kita memahami sebab-akibat dan tanggung jawab. Mari kita simak bagaimana Buddha membedah pandangan-pandangan yang tampak logis namun berujung pada sikap pasrah, dan apa yang Beliau tawarkan sebagai jalan tengah yang memberdayakan.
Dalam khotbah ini, Buddha membahas tiga pandangan sektarian yang populer pada zamannya: segala sesuatu disebabkan oleh perbuatan masa lalu, oleh ciptaan Tuhan, atau terjadi tanpa sebab. Beliau menunjukkan bahwa ketiga pandangan ini, jika dianut secara konsisten, akan berujung pada ketidakberdayaan dan hilangnya usaha untuk berbuat baik atau menghindari kejahatan. Sebagai gantinya, Buddha mengajarkan Dhamma yang tidak dapat disanggah, yang berpuncak pada pemahaman Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Mulia Berunsur Delapan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Tetapi, para bhikkhu, bagi mereka yang menganggap ketiadaan sebab dan kondisi sebagai hal terpenting, tidak ada keinginan, tidak ada usaha, tidak ada pemahaman bahwa ada hal yang harus dilakukan dan ada hal yang tidak boleh dilakukan.
Those who believe that the absence of cause or reason is the most important thing have no enthusiasm, no effort, no idea that there are things that should and should not be done.
Karena hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan tidak ditemukan sebagai kebenaran yang nyata, maka mereka yang berdiam dengan pikiran kacau dan tanpa perlindungan tidak dapat disebut petapa sesuai Dhamma.
Not finding as a genuine fact that there are things that should and should not be done, they’re unmindful and careless, and can’t rightly be called ascetics.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 3.61 · Khotbah tentang Pandangan-Pandangan Sekte | Tiga Keranjang