an3.61:8.1 Para bhikkhu, inilah tiga ajaran sektarian yang, ketika diselidiki, diperiksa, dan dibahas oleh para bijaksana, meskipun dibawa sampai pada kesimpulannya, tetap berakhir pada ketidakberdayaan (ajaran non-aksi).
Khotbah tentang Pandangan-Pandangan Sekte
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana cara kita memahami sebab-akibat dan tanggung jawab. Mari kita simak bagaimana Buddha membedah pandangan-pandangan yang tampak logis namun berujung pada sikap pasrah, dan apa yang Beliau tawarkan sebagai jalan tengah yang memberdayakan.
Dalam khotbah ini, Buddha membahas tiga pandangan sektarian yang populer pada zamannya: segala sesuatu disebabkan oleh perbuatan masa lalu, oleh ciptaan Tuhan, atau terjadi tanpa sebab. Beliau menunjukkan bahwa ketiga pandangan ini, jika dianut secara konsisten, akan berujung pada ketidakberdayaan dan hilangnya usaha untuk berbuat baik atau menghindari kejahatan. Sebagai gantinya, Buddha mengajarkan Dhamma yang tidak dapat disanggah, yang berpuncak pada pemahaman Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Mulia Berunsur Delapan.
an3.61:8.1 Para bhikkhu, inilah tiga ajaran sektarian yang, ketika diselidiki, diperiksa, dan dibahas oleh para bijaksana, meskipun dibawa sampai pada kesimpulannya, tetap berakhir pada ketidakberdayaan (ajaran non-aksi).
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.