‹
AN 3.59

Jāṇussoṇisutta

Dengan Jānussoṇi

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.59

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan perbandingan dua pandangan dunia: tradisi Veda yang menekankan kelahiran dan hafalan, versus ajaran Buddha yang menekankan pengalaman langsung melalui meditasi. Perhatikan bagaimana Buddha mendefinisikan ulang istilah 'tevijja' dengan cara yang radikal namun tetap menghargai pertanyaan Jānussoṇi.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Brahmana Jānussoṇi mendatangi Buddha dan menyampaikan pandangan brahmana tentang 'penguasa tiga pengetahuan Veda' (tevijja), yang menekankan kelahiran, silsilah, dan penguasaan kitab suci. Buddha kemudian menjelaskan bahwa dalam disiplin Yang Mulia, seorang tevijja sejati adalah seorang bhikkhu yang melalui praktik meditasi mencapai tiga pengetahuan langsung: mengingat kehidupan lampau, melihat kematian dan kelahiran kembali makhluk, serta pengetahuan hancurnya kekotoran batin. Di akhir sutta, Jānussoṇi mengakui keunggulan ajaran Buddha dan menyatakan diri sebagai umat awam yang berlindung.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an3.59:4.1 Ketika pikirannya telah terkonsentrasi demikian—murni, jernih, tanpa cela, bebas dari kekotoran, lunak, lentur, stabil, dan mencapai ketidakbergetaran—ia mengarahkannya menuju pengetahuan mengingat kehidupan-kehidupan lampau.

an3.59:4.2 Ia mengingat banyak kehidupan lampaunya, yaitu: satu kelahiran, dua kelahiran ... demikianlah ia mengingat banyak kehidupan lampau beserta ciri-ciri dan detailnya.

an3.59:4.3 Ini adalah pengetahuan pertama yang ia capai;

an3.59:4.4 kebodohan dihancurkan, pengetahuan muncul; kegelapan dihancurkan, cahaya muncul, sebagaimana yang terjadi pada seorang meditator yang tekun, bersemangat, dan bertekad.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.