“Abhikkantaṁ, bho gotama …pe…
"Luar biasa, Guru Gotama! Luar biasa! ..."
“Excellent, worthy Gotama! Excellent! …
Sutta Pengembara
Dalam sutta ini, Sang Buddha diajak berdialog oleh seorang pengembara brahmana yang ingin memahami makna klaim bahwa Dhamma itu dapat dilihat langsung. Perhatikan bagaimana Sang Buddha tidak menjawab dengan teori abstrak, melainkan mengajak sang brahmana untuk mengamati perubahan batin yang terjadi ketika nafsu, kebencian, dan delusi hadir atau telah ditinggalkan.
Seorang pengembara brahmana bertanya kepada Buddha tentang makna 'Dhamma yang terlihat langsung'. Buddha menjelaskan bahwa ketika seseorang dikuasai oleh nafsu, kebencian, atau delusi, ia cenderung menyakiti diri sendiri dan orang lain, melakukan perbuatan buruk, serta tidak memahami kebaikan sejati. Sebaliknya, ketika ketiga akar batin ini telah ditinggalkan, seseorang terbebas dari kecenderungan tersebut dan mampu memahami kebaikan sejati. Inilah Dhamma yang terlihat langsung, yang dapat dibuktikan sendiri.
“Abhikkantaṁ, bho gotama …pe…
"Luar biasa, Guru Gotama! Luar biasa! ..."
“Excellent, worthy Gotama! Excellent! …
upāsakaṁ maṁ bhavaṁ gotamo dhāretu ajjatagge pāṇupetaṁ saraṇaṁ gatan”ti.
"Mulai hari ini, sudilah Guru Gotama mengingat saya sebagai umat awam yang telah berlindung seumur hidup."
From this day forth, may the worthy Gotama remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.”
Catutthaṁ.
Keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.