Evaṁ āditto kho loko,
Demikian pula ketika dunia sedang terbakar,
And as the world is on fire
Dua Brahmana (Ke-2)
Sutta ini adalah sebuah perenungan yang kuat tentang kefanaan hidup dan urgensi berbuat baik. Mari kita simak bagaimana Buddha menjawab kegelisahan dua orang tua yang menyadari waktu mereka telah habis, dengan sebuah perumpamaan yang gamblang tentang rumah yang terbakar.
Dua brahmana tua berusia 120 tahun mendatangi Buddha dan mengaku belum melakukan kebaikan yang berarti. Mereka meminta nasihat untuk kebahagiaan jangka panjang. Buddha menegaskan bahwa dunia sedang terbakar oleh usia tua, penyakit, dan kematian, dan satu-satunya perlindungan sejati adalah pengendalian diri melalui tubuh, ucapan, dan pikiran, serta perbuatan baik yang dilakukan semasa hidup.
Evaṁ āditto kho loko,
Demikian pula ketika dunia sedang terbakar,
And as the world is on fire
jarāya maraṇena ca;
oleh usia tua dan kematian;
with old age and death,
Nīharetheva dānena,
Selamatkanlah dengan memberi,
you should rescue by giving,
dinnaṁ hoti sunīhataṁ.
karena apa yang diberikan adalah yang terselamatkan.
for what’s given is rescued.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.