Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.52
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah sebuah perenungan yang kuat tentang kefanaan hidup dan urgensi berbuat baik. Mari kita simak bagaimana Buddha menjawab kegelisahan dua orang tua yang menyadari waktu mereka telah habis, dengan sebuah perumpamaan yang gamblang tentang rumah yang terbakar.
Dua brahmana tua berusia 120 tahun mendatangi Buddha dan mengaku belum melakukan kebaikan yang berarti. Mereka meminta nasihat untuk kebahagiaan jangka panjang. Buddha menegaskan bahwa dunia sedang terbakar oleh usia tua, penyakit, dan kematian, dan satu-satunya perlindungan sejati adalah pengendalian diri melalui tubuh, ucapan, dan pikiran, serta perbuatan baik yang dilakukan semasa hidup.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kemudian dua orang brahmana yang tua, lanjut usia, berumur panjang, telah mencapai akhir kehidupan, berusia seratus dua puluh tahun, mendatangi Bhagavā. Setelah mendekat, mereka memberi hormat kepada Bhagavā, lalu duduk di satu sisi. Setelah duduk di satu sisi, para brahmana itu berkata kepada Bhagavā:
Then two old brahmins—elderly and senior, who were advanced in years and had reached the final stage of life, a hundred and twenty years old—went up to the Buddha, bowed, sat down to one side, and said to him:
“Kami, Guru Gotama, adalah para brahmana yang tua, lanjut usia, berumur panjang, telah mencapai akhir kehidupan, berusia seratus dua puluh tahun.
“We brahmins, worthy Gotama, are old, elderly and senior, we’re advanced in years and have reached the final stage of life; we’re a hundred and twenty years old.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.